https://www.effectivegatecpm.com/xacwkdnx?key=f75342ac69385ea840bad56bf7fe064d
Saturday, April 4, 2015
KISAH IBU BURUNG GAGAK DENGAN ANAK2NYA
KISAH KEBOHONGAN KADANG TIDAK SELAMANYA BURUK
KISAH APAKAH NASIB DAPAT DIRUBAH
Isinya.. Bukan Bungkusannya
sia-sia dan menjemukan
bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja
dan mengabaikan ISINYA.
Bedakanlah apa itu Bungkusan
dan apa itu Isinya.
Rumah yg indah hanya bungkusan;
Keluarga Bahagia itu isinya.
Pesta nikah hanya bungkusan;
Cintakasih, Pengertian dan komitmen, itu isinya
Ranjang mewah hanya bungkusan;
Tidur nyenyak itu isinya.
Makan enak hanya bungkusan;
Gizi dan energi itu isinya.
Kecantikan hanya bungkusan;
Kepribadian itu isinya.
Bicara itu hanya bungkusan;
Kerja nyata itu isinya.
Buku hanya bungkusan;
Pengetahuan itu isinya.
Jabatan hanya bungkusan;
Pengabdian dan pelayanan itu isinya.
Pergi ke Rumah Ibadah itu bungkusan;
Melakukan perintah Tuhan dalam hidup itu isinya.
Utamakanlah isinya...
namun rawatlah bungkusnya...
KISAH TENTANG TOLONG MENOLONG
KISAH KEBAHAGIAAN DENGAN HATI YANG RUSAK
Sang kakek dan sang pemuda jelas berbeda umur, berbeda pemikiran dan memiliki hati yang sangat berbeda. Sang kakek yang bekerja sebagai penebang kayu sering tidak memakai pakaian atas karena panasnya cuaca, sehingga hatinya terlihat. Hati sang kakek penuh dengan bekas luka dan berlubang. Hati kakek itu lebih mengerikan daripada keriput pada kulitnya.
Sedangkan sang pemuda yang masih gagah dan tampan, dia sering tidak memakai pakaian atas sebagai bentuk pamer dan kesombongan. Pemuda itu memiliki hati yang bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun. Baginya, hal itu adalah hal yang membanggakan. Dia akan memamerkan pada semua orang yang ditemui mengenai hati yang bersih tanpa satu goresan.
Lalu pada suatu hari, mereka bertemu. Si pemuda tertawa terbahak-bahak dengan angkuh. Dia menepuk dadanya dan sesumbar mengatakan, "Hai, kakek yang malang, coba kau lihat hatiku! Tidak ada cacatnya, aku menjaga dengan baik benda berharga ini. Sedangkan milikmu... Astaga, kau pasti tidak bisa menjaganya dengan baik,"
Sang kakek yang sudah renta itu hanya tersenyum, tidak ada guratan marah di dalam matanya. Dia menatap hatinya yang penuh luka, sangat berbeda dengan milik sang pemuda. Lalu kakek itu berkata, "Wahai pemuda, kenapa kau sangat menjaga hatimu?"
Pemuda sombong itu mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja, karena hati adalah benda yang sangat berharga, seharusnya kau tahu itu," Si kakek menjawab, "Tentu saja aku tahu, wahai anak muda. Aku tahu bahwa hati adalah sesuatu yang berharga. Kenapa dia berharga? Karena selama hidup, kau harus membaginya dengan orang lain,"
Subscribe to:
Posts (Atom)






